Transformasi Keuangan Negara: Presiden Jokowi Sampaikan Upaya Peningkatan Pendapatan

Transformasi Keuangan Negara: Presiden Jokowi Sampaikan Upaya Peningkatan Pendapatan
Presiden Jokowi Sampaikan Upaya Peningkatan Pendapatan

BidikNews24.com, Jakarta - Dalam upaya untuk meningkatkan pendapatan negara bukan pajak (PBNP), Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa pemerintah telah melaksanakan perbaikan di berbagai aspek, termasuk perencanaan, pelaporan melalui teknologi informasi, dan inovasi layanan.

Hal ini diungkapkan oleh Presiden Jokowi dalam pidato penyampaian Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) Tahun Anggaran 2024 serta Nota Keuangan pada Rapat Paripurna DPR RI Tahun Sidang 2023 - 2024 yang digelar di Gedung MPR/DPR, Jakarta, pada hari Rabu.

Menurut Presiden Jokowi, langkah-langkah yang telah diambil mencakup integrasi teknologi informasi dalam proses perencanaan dan pelaporan, penguatan tata kelola dan pengawasan, serta optimalisasi pengelolaan aset dan sumber daya alam.

Inovasi layanan juga menjadi fokus penting dalam usaha peningkatan pendapatan ini, dengan tetap menjaga kualitas dan keterjangkauan layanan yang diberikan kepada masyarakat.

Baca Juga : Presiden Jokowi Sampaikan Proyeksi Pendapatan dan Belanja Negara dalam RAPBN 2024

Tak hanya pada peningkatan pendapatan, Presiden Jokowi juga membahas kebijakan fiskal yang dilakukan pemerintah.

Salah satu fokus utama kebijakan tersebut adalah menjaga pembiayaan yang bijak, inovatif, dan berkelanjutan.

Pemerintah berencana mengembangkan skema kerjasama antara Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), dengan penguatan peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN), badan layanan usaha (BLU), Lembaga Pengelola Investasi, dan Badan Penugasan Khusus.

Peningkatan efektivitas pembiayaan investasi, terutama bagi BUMN dan BLU, menjadi arah yang dituju untuk menyelesaikan infrastruktur strategis baik di pusat maupun daerah.

Selain itu, kerja sama antara pembiayaan dan belanja juga diupayakan untuk mencapai sinergi yang lebih baik.

Baca Juga : Proyek Strategis Nasional (PSN) Mendapat Dukungan Anggaran Signifikan di RAPBN 2024

Dalam hal pembiayaan investasi, pemerintah berencana untuk memberikan akses yang lebih baik bagi masyarakat berpenghasilan rendah, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta ultra mikro.

Langkah ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.

Presiden Jokowi juga menyebutkan bahwa pemanfaatan saldo anggaran lebih (SAL) akan digunakan untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mengantisipasi ketidakpastian.

Peningkatan pengelolaan manajemen kas yang integratif juga akan diterapkan guna menjaga keandalan dan efisiensi bantalan fiskal.

Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah berharap dapat mengoptimalkan pendapatan negara bukan pajak dan menjaga keseimbangan fiskal dalam RAPBN 2024.

Upaya peningkatan efisiensi dan inovasi dalam layanan juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat serta pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN KE KONTEN