Primus dan BI Sosialisasi Cinta Bangga dan Paham Rupiah Di Bogor

Primus dan BI Sosialisasi Cinta Bangga dan Paham Rupiah Di Bogor
Foto: Anggota DPR RI Komisi XI Perimus Yustisio menggelar kegiatan sosialisasi Cinta Bangga dan Paham Rupiah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

BidikNews24.com, Bogor- Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjaga nilai tukar rupiah, Anggota DPR RI Komisi XI Primus Yustisio menggelar kegiatan sosialisasi Cinta Bangga dan Paham Rupiah di Kabupaten Bogor.

Peserta dari kegiatan ini adalah perwakilan masyarakat dari Cigudeg dan Jasinga. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 31 Agustus 2023, dengan melibatkan tokoh masyarakat, pemuda, pelaku usaha, dan perwakilan pemerintah setempat.

Primus Yustisio mengatakan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang dampak positif dan negatif dari fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap perekonomian nasional dan daerah.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mencintai, bangga, dan paham rupiah sebagai mata uang resmi negara Indonesia.

“Rupiah adalah simbol kedaulatan dan identitas bangsa kita. Kita harus mencintai, bangga, dan paham rupiah sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia. Kita juga harus mengerti bagaimana cara menjaga nilai tukar rupiah agar tetap stabil dan kompetitif di pasar global,” ujar Primus Yustisio.

Baca Juga :

Primus Yustisio menambahkan bahwa salah satu cara untuk menjaga nilai tukar rupiah adalah dengan mengurangi ketergantungan terhadap impor barang dan jasa dari luar negeri. Ia mengajak masyarakat untuk lebih memilih produk lokal yang berkualitas dan berdaya saing.

“Kita harus mendukung pengembangan industri dalam negeri dengan membeli produk lokal. Dengan demikian, kita bisa menghemat devisa negara dan mengurangi defisit neraca perdagangan.

Hal ini akan berdampak positif terhadap nilai tukar rupiah dan pertumbuhan ekonomi kita,” tutur Primus Yustisio.

Primus Yustisio juga mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Ia berharap kerjasama antara semua pihak terkait dapat terus ditingkatkan untuk menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin dinamis.

“Kita harus bersinergi dan berkolaborasi untuk menjaga nilai tukar rupiah. Pemerintah pusat dan daerah harus terus berkoordinasi untuk mengimplementasikan kebijakan fiskal dan moneter yang tepat.

Bank Indonesia harus terus melakukan intervensi pasar untuk menstabilkan nilai tukar rupiah. Dan masyarakat harus terus berpartisipasi dalam menjaga nilai tukar rupiah dengan cara-cara yang telah saya sampaikan tadi,” pungkas Primus Yustisio.

Kegiatan sosialisasi Cinta Bangga dan Paham Rupiah ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Cigudeg dan Jasinga.

Mereka mengaku mendapatkan banyak manfaat dari sosialisasi ini, seperti menambah wawasan, pengetahuan, dan keterampilan tentang nilai tukar rupiah. Mereka juga berkomitmen untuk menerapkan apa yang telah mereka pelajari dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami sangat senang dan berterima kasih kepada Pak Primus Yustisio yang telah menyelenggarakan sosialisasi ini. Kami merasa lebih cinta, bangga, dan paham rupiah setelah mengikuti sosialisasi ini.

Kami juga akan lebih memilih produk lokal daripada produk impor untuk mendukung nilai tukar rupiah,” ucap Dede Zul, salah satu peserta sosialisasi dari Desa Cigudeg.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN KE KONTEN