Primus Ajak Warga Tenjo Perkuat Soliditas Sosial

Primus Ajak Warga Tenjo Perkuat Soliditas Sosial
Foto: Anggota MPR RI Primus Yustisio Lakukan sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Parung Panjang Kabupaten Bogor pada Rabu (24/05/2023) kemarin.

BidikNews24.com, Bogor- “Empat Pilar bangsa, adalah pemahaman tentang sendi-sendi kebangsaan yang harus diperkuat secara terus-menerus kepada generasi muda kita”. 

Hal ini dikemukakan oleh anggota MPR RI Primus Yustisio daam acara sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Parung Panjang Kabupaten Bogor pada Rabu (24/05/2023) kemarin.

Kegiatan sosialisasi empat pilar ini dilakukan dalam dua sesi, dimulai dengan pembukaan dan penyampaian materi oleh Primus. Di tengah-tengah 150 peserta yang terdiri warga Tenjo dan Parung Panjang, anggota DPR RI Komisi XI ini menyampaikan tentang pentingnya penanaman ideologi bangsa sejak dini kepada generasi muda.

Materi yang disampaikan Primus seputar penguatan pemahaman ideologi kebangsaan adalah terdiri dari empat pilar, yaitu : Pancasila, UUD 1945 dan ketetapan MPR RI, NKRI serta Bhineka Tunggal Ika. Empat pilar ini adalah fondasi bangsa kita. 

Jika pilar-pilar bangsa ini hilang dari pemahaman dan kesadaran berbangsa kita, maka ke depan Indonesia hanya tinggal nama bagi para gerenasi mendatang”.

Pemahaman tentang empat pilar MPR RI, perlu ditanamkan kepada para masyarakat dan khususnya pemuda sebagai penerus masa depan bangsa. Karena pentingnya memberi pemahaman terhadap pilar-pilar kebangsaan inilah, menurut Primus, MPR menjadikan sosialisasi empat pilar bangsa ini sebagai agenda rutin setiap tahun kepada konstituen di daerah pemilihan masing-masing.

Pada kesempatan yang sama, anggota DPR RI dapil Jabar V ini menyampaikan, bahwa saat ini konflik dan kekerasan horizontal atas nama agama, suku dan golongan rentan terjadi. Sedikit saja masyarakat disulut soal agama atau suku, langsung terjadi konflik.

Olehnya itu, menurut anggota DPR komisi VI ini, masyarakat dan khususnya pemuda perlu diberi penguatan wawasan Empat Pilar, yaitu terkait Pancasila, UUD 1945, Bineka Tunggal Ika dan NKRI.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN KE KONTEN