Pengembangan UMKM Di Alor Sebagai Leading Sektor

Pengembangan UMKM Di Alor Sebagai Leading Sektor
Foto: Webinar bertajuk” Peran Bank Indonesia Dalam Mendukung Kemajuan UMKM” di Desa Motongbang, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor, Jumat, (17/03/2023).

BidikNews24.com, Alor – Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Alor, Provinsi NTT, sebagai sebuah langkah strategis mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Pemberdayaan melalui program UMKM yang digagas Bank Indonesia bersama mitra kerja Komisi XI DPR RI ini, dipandang penting bagi upaya peningkatan perekonomian masyarakat setempat yang masih dibilang jauh panggang dari api. Sebab, UMKM diyakini menjadi salah satu Leading sektor yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Alor.

Hal ini dikemukakan Anggota Komisi XI DPR RI, Ahmad Yohan dalam Webinar bertajuk” Peran Bank Indonesia Dalam Mendukung Kemajuan UMKM” yang berlangsung di Desa Motongbang, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor, Pada Jumat, (17/03/2023).

Turut Hadir dalam kesempatan tersebut secara daring,  Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTT, S. Donny H.Heatubun, KPA NTT Yos Bolisura selaku pembicara, dan Tenaga Ahli DPR RI Abdul Syukur.

Baca Juga: “UMKM”, Instrumen Pendukung Pariwisata Labuan Bajo

Anggota DPR RI Dapil NTT 1 yang karib disapa Ayo ini, menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang terus mendorong program pemberdayaan UMKM di NTT, terkhususnya di Kabupaten Alor.

“ Kita bisa menggerakan UMKM di daerah, tetapi harus didukung dengan keterampilan, pengetahuan dan akses yang luas. Sehingga bisa memberikan manfaat bagi peningkatan ekonomi masyarakat setempat, “ ujar Ayo.

Selaku DPR RI kata Ayo, akan terus mendorong program pemberdayaan dengan membuka akses yang luas untuk membantu masyarakat setempat.

“ Muda-mudahan di Alor, Nanti tumbuh UMKM yang bisa menopang perekonomian di Alor,” jelasnya.

Ayo menambahkan, program pemberdayaan UMKM diharapkan bisa menekan angka pengangguran, mengentas kemiskinan serta mampu memberikan kontribusi bagi pendapatan asli daerah (PAD). Sehingga masyarakat NTT bisa keluar dari stigma bahwa NTT miskin dan terbelakang.

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTT, S. Donny H.Heatubun, memberikan apresiasi kepada Anggota Komisi XI DPR RI Ahmad Yohan, yang telah membangun sinergitas secara berkelanjutan. Sehingga berbagai program-program pemberdayaan bagi masyarakat seperti UMKM, dapat terealisasi secara baik di NTT.

Donny mengatakan, Bank Indonesia terus berkomitmen mendorong program-program pemberdayaan serta diikuti pola pendampingan yang baik, sehingga UMKM yang dikembangkan dapat memberikan manfaat yang luas bagi peningkatan ekonomi masyarakat setempat.

" Kita harapkan dengan kegiatan ini, munculah pelaku-pelaku UMKM yang suskes dan mampu berkontribusi kepada daerahnya dan Indonesia secara keseluruhan," ujar Donny.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN KE KONTEN