Pemprov DKI Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk Sekolah-sekolah di Jakarta

Pemprov DKI Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk Sekolah-sekolah di Jakarta
Ilustrasi Siswa Sekolah Dasar

BidikNews24.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mengumumkan kebijakan untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi sekolah-sekolah di wilayah tersebut.

Kebijakan ini merupakan respons terhadap penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 Asean yang akan berlangsung dalam waktu dekat.

Menurut Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, kebijakan ini akan berlangsung mulai tanggal 28 Agustus hingga 7 September.

Sebagai bagian dari persiapan untuk KTT ASEAN, pemerintah daerah DKI Jakarta mengambil langkah-langkah untuk mengurangi mobilitas penduduk dan menghindari kemacetan lalu lintas yang dapat mengganggu pelaksanaan konferensi tersebut.

Dalam konteks ini, kebijakan tersebut akan mengizinkan aparatur sipil negara (ASN) di wilayah DKI Jakarta untuk bekerja dari rumah (work from home/WFH) dengan kapasitas sebesar 50 persen.

Selain itu, sebanyak 50 persen siswa sekolah juga akan mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ), sementara sisanya akan mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah.

Meskipun kebijakan WFH hanya berlaku sebagai imbauan bagi karyawan swasta, Pemprov DKI Jakarta berharap bahwa pemilik perusahaan akan mengikuti imbauan ini dan mendukung upaya untuk mengurangi mobilitas penduduk selama periode KTT ASEAN.

Pemberlakuan kebijakan WFH dan PJJ ini juga sejalan dengan upaya untuk mengurangi polusi udara di DKI Jakarta.

Kualitas udara di Jakarta telah menjadi masalah serius, dengan polusi udara dari kendaraan bermotor menjadi penyebab utama.

Pemprov DKI Jakarta juga sedang mengkaji efektivitas sistem "4 in 1" untuk mengurangi kuantitas mobil yang melintas di Jabodetabek.

Kebijakan ini menunjukkan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk mendukung penyelenggaraan KTT ASEAN yang akan berlangsung pada periode tersebut.

Baca Juga : Kebijakan Work From Jakarta (WFH) dan PJJ DKI Jakarta

Baca Juga : Menaker Kaji Sistem Work From Home (WFH) dalam Mengatasi Polusi Udara DKI Jakarta

Baca Juga : Bupati Tangerang Prioritaskan Work From Home (WFH) di Daerah Kualitas Udara Terburuk

Baca Juga : Tingkatkan Kualitas Udara Sekolah dengan Pemantauan Air Quality Index

Selain itu, langkah-langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya mengurangi mobilitas selama periode konferensi besar-besaran semacam ini guna mendukung kelancaran acara tersebut serta mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan kualitas udara.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN KE KONTEN