MRPB Minta Suku Nusantara Dorong Anak Asli Papua Calon DPD RI

MRPB Minta Suku Nusantara Dorong Anak Asli Papua Calon DPD RI
Foto: Anggota MRP Papua Barat ( Yulianus Thebu)

Bidiknews24.com,Manokwari- Majelis Rakyat Papua Barat meminta suku Nusantara, agar mendorong anak asli Papua ikut berkontestasi dalam Pemilihan Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) daerah pemilihan Papua Barat Daya.
Hal ini diungkapkan Anggota Majelis Rakyat Papua Barat Perwakilan masyarakat adat Raja Ampat, Yulianus Thebu Sabtu (7/01/2023) kemarin. Yulianus mengatakan, DPD merupakan perwakilan daerah dalam sistem demokrasi republik Indonesia, karena itu suku - suku Nusantara wajib memberikan kesempatan kepada putra - putri asli daerah Papua untuk mewakili daerahnya di Senayan.
"Kursi DPD, inikan keterwakilan daerah di Senayan, karena itu saya harap saudara - saudara suku Nusantara baik di Provinsi Papua Barat Daya tolong berikan kesempatan kepada anak - anak asli Papua mewakili daerahnya di Kursi DPD RI Periode 2024 - 2029 mendatang,"ujar Yulianus 
Dijelaskan, DPD merupakan utusan daerah, berbeda dengan DPR yang merupakan utusan Rakyat.  
"Kami ingin lihat wajah Nusantara di Senayan melalui Kursi DPD RI. Karena itu, saya harap biarkan wajah anak  asli Papua yang mewakili daerah Papua di Senayan," tuturnya.
Ditambahkan, Pemerintah pusat memberikan Otonomi Khusus kepada Provinsi Papua  untuk mengangkat martabat orang asli Papua agar setara dengan saudara - saudara mereka suku nusantara lainnya, karena itu diharapkan melalui UU nomor 21 Tahun 2001 menjadi landasan adanya keberpihakan, perlindungan dan pemberdayaan kepada orang asli Papua.
Disisi lain, untuk menjawab amanat UU nomor 21 Tahun 2001 terkait keberpihakan, perlindungan dan pemberdayaan kepada orang asli Papua, Pemerintah pusat menetapkan 4 Provinsi Baru di Tanah Papua sebagai strategi Pemerintah untuk mengejar ketertinggalan pembangunan dan SDM Orang Asli Papua.
Karena itu, kehadiran Provinsi Baru di tanah Papua harus menjawab amanat UU Otsus untuk memberdayakan orang Papua dalam berbagai aspek pembangunan baik pembangunan ekonomi, sosial budaya, termasuk hak - hak politik.
Jika dalam kursi DPR merupakan kewenangan Partai Politik untuk menentukan calon Wakil Rakyat, maka kursi DPD diharapkan adanya kebijakan khusus agar anak - anak asli Papua mewakili daerahnya di Senayan. Jangan ada lagi orang Jawa, Makasar, Sumatra, atau Maluku mewakili daerah Papua di Senayan dalam bursa DPD.
" Saya harap saudara - saudara suku Nusantara yang ada hidup berdampingan bersama - sama dengan suku asli Papua di Papua Barat Daya untuk tolong saling menghargai agar tidak menimbulkan polemik yang berlebihan. Mari, kita beri kesempatan kepada orang asli Papua, anak - anak Doberai mewakili Provinsi Papua Barat Daya di Senayan,"harap Thebu.
Selain itu, Anggota MRP Papua Barat perwakilan masyarakat adat Raja Ampat ini mengingatkan tokoh - tokoh adat, Ketua LMA dan Dewan Adat untuk tidak memberikan dukungan calon DPD RI yang berasal dari Suku Nusantara.
Sebagai Anggota Majelis Rakyat Papua, saya minta kepada saudara - sadara Ketua LMA, atau Dewan Adat untuk tidak memberikan dukungan, baik pengakuan atau rekomendasi mendukung calon Anggota DPD RI dari suku Nusantara.
Khusus untuk Provinsi Papua Barat Daya, Lanjut Thebu, diharapkan Ketua - ketua LMA dan Dewan Adat untuk tolong prioritaskan orang asli Papua dalam bursa calon DPD RI,"harapnya.
Menutup wawancara, Thebu mengingatkan para ketua LMA dan Dewan Adat untuk mengingatkan kembali kisah dua anak Ishak dalam Cerita Alkitab (Bibel). Dikisahkan, Hak kesulungan Esau dijual kepada Yakub melalui semangkuk Kacang Merah sehingga hak kesulungan yang seharusnya diterima oleh Esau akhirnya didapatkan oleh Yakub.
"Jangan karena uang, para ketua LMA, Tokoh Adat maupun Dewan Adat menjual hak - hak orang asli Papua yang seharusnya diberikan kepada orang asli Papua"ketusnya.
Pepatah bijak mengatakan dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung. Pepatah ini mengingatkan kita ingin untuk saling menghargai. Kita wajib menghargai orang - orang asli setempat. Jangan kita merampas hak - hak mereka, sebab mereka tidak pernah merampas hak - hak kita.
" Saya harap saudara - saudara suku Nusantara di Tanah Papua untuk mari kita jaga Tanah Papua yang aman dan damai, dengan cara saling menghargai, memberikan kesempatan kepada anak - anak asli Papua mendapatkan hak - hak politik mereka ," ungkapnya.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN KE KONTEN