Menteri Ekonomi ASEAN Mendukung Rencana ASEAN Menuju Netralitas Karbon

Menteri Ekonomi ASEAN Mendukung Rencana ASEAN Menuju Netralitas Karbon
Menteri Ekonomi Negara ASEAN, Foto : thestar.com.my

BidikNews24.com - Menteri Ekonomi dari negara-negara anggota ASEAN telah secara resmi menyetujui strategi netralitas karbon yang sejalan dengan komitmen Perjanjian Paris, yang bisa membuka peluang ekonomi senilai $5.3 triliun.

Strategi ASEAN untuk Netralitas Karbon bertujuan untuk mendorong industri hijau, mengatur standar, dan mengurangi emisi melalui delapan strategi kolaboratif.

Strategi ini, yang didukung oleh inisiatif Australia for Asean Futures (AUS4Asean), diharapkan untuk mencapai netralitas karbon dengan segera guna mewujudkan transformasi hijau.

Menteri-menteri ASEAN menekankan bahwa penanganan beban karbon di ASEAN tidak hanya akan mengurangi risiko tetapi juga memberikan peluang sosioekonomi yang besar.

Menghadapi risiko perubahan iklim yang signifikan, para menteri mengingatkan bahwa perubahan iklim yang tidak terkendali dapat mengakibatkan penurunan hingga 11% dalam Produk Domestik Bruto (PDB) regional pada tahun 2100 dan menggusur 87 juta orang di wilayah-wilayah yang rentan terhadap banjir di Indonesia, Malaysia, Myanmar, Thailand, dan Vietnam.

Sebaliknya, upaya menuju netralitas karbon dapat menghasilkan penambahan nilai PDB sebesar $3.0 hingga $5.3 triliun pada tahun 2050, menarik investasi hijau senilai $3.7 hingga $6.7 triliun, dan menciptakan 49 hingga 66 juta pekerjaan tambahan. Manfaat ekonomi ini akan tersebar di seluruh negara-negara ASEAN.

Untuk mencapai tujuan netralitas karbon, ASEAN harus mengurangi celah karbon dioksida (CO2) sebesar 2.6 gigaton. Meskipun emisi per kapita rendah, peran ASEAN sebagai pusat keuangan terus berkembang, dengan proyeksi investasi yang akan melonjak hingga lebih dari $2.1 triliun pada tahun 2030 dari $962 miliar pada tahun 2023.

Para menteri menyatakan bahwa strategi yang telah disetujui akan menuju ke tahap pengesahan oleh Dewan Komunitas Ekonomi ASEAN dan akan diakui oleh para pemimpin ASEAN dalam Pertemuan Puncak ASEAN ke-23 bulan depan.

Baca Juga : Pertemuan Menteri Ekonomi ke-55 ASEAN Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Kerja Sama

Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia, Tengku Datuk Seri Zafrul Abdul Aziz, yang mewakili Malaysia dalam pertemuan tersebut, menyatakan bahwa strategi ini akan membentuk masa depan yang lebih makmur dan berkelanjutan bagi populasi ASEAN yang sudah mencapai 672 juta jiwa.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN KE KONTEN