Mengenal Djoko Damono, Figur Google Doodle Hari Ini

Mengenal Djoko Damono, Figur Google Doodle Hari Ini
Foto : Google Doodle celebrating Djoko Damono

BidikNews24.com, Jakarta - Hari ini, Senin (20/03/2023), google doodle menampilkan figur salah satu sastrawan Indonesia.

Dia adalah Djoko Damono. Djoko Damono adalah seorang sastrawan Indonesia yang lahir pada tanggal 2 Maret 1944 di Semarang, Jawa Tengah. Ia dikenal sebagai salah satu penulis yang berani mengekspresikan identitas budaya lokal dalam karya-karyanya.

Selain sebagai penulis, ia juga aktif sebagai jurnalis, editor, dan pengajar di berbagai universitas.

Pendidikan Djoko Damono dimulai dari SMA Kristen 1 Semarang, kemudian ia melanjutkan pendidikannya ke Universitas Gadjah Mada dan meraih gelar sarjana di bidang sastra Indonesia pada tahun 1969.

Setelah lulus, ia bekerja sebagai jurnalis di beberapa media massa, seperti Harian Kedaulatan Rakyat dan Majalah Tempo.

Pada tahun 1981, ia bergabung dengan Penerbit Hasta Mitra dan aktif sebagai editor sampai tahun 1986.

Sebagai seorang penulis, Djoko Damono terkenal dengan karya-karyanya yang menggambarkan kehidupan masyarakat Jawa.

Karya-karyanya sering kali menonjolkan nilai-nilai kearifan lokal dan keindahan bahasa Jawa. Beberapa karya terkenalnya antara lain adalah "Hujan Pagi", "Kesadaran Memburu Salju", "Hati yang Damai", dan "Pada Suatu Hari Nanti".

Selain menulis, Djoko Damono juga aktif sebagai pengajar di beberapa universitas, seperti Universitas Indonesia, Universitas Paramadina, dan Universitas Negeri Jakarta.

Ia juga pernah menjadi pengajar tamu di Universitas Harvard dan Universitas California.

Baca Juga : Hari ini Google Doodle Mengenang Didi Kempot

Karya-karya Djoko Damono tidak hanya diakui di Indonesia, namun juga di luar negeri. Beberapa karya-karyanya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Jepang, Spanyol, dan Belanda. Pada tahun 2005, ia mendapatkan penghargaan SEA-Write Award atas kontribusinya dalam dunia sastra Asia Tenggara.

Djoko Damono juga dikenal sebagai seorang aktivis lingkungan. Ia seringkali menyoroti isu-isu lingkungan hidup dalam karyanya, seperti penggundulan hutan dan pencemaran air.

Ia juga pernah terlibat dalam gerakan melawan pembangunan Bendungan Kedung Ombo yang dianggap merusak lingkungan hidup dan mengancam kehidupan warga sekitar.

Djoko Damono adalah seorang sastrawan yang berani mengekspresikan identitas budaya lokal dalam karya-karyanya. Ia juga aktif dalam berbagai gerakan sosial dan lingkungan, menunjukkan bahwa kesenian dan kepedulian sosial dapat saling berkaitan dan berdampingan.

Karya-karyanya memberikan inspirasi bagi banyak orang untuk lebih menghargai kearifan lokal dan lingkungan hidup.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN KE KONTEN