KPK : AKBP Bambang Kayun Pengusaha, Ada di Luar Negeri

KPK : AKBP Bambang Kayun Pengusaha, Ada di Luar Negeri
Foto: Wakil Ketua KPK ( Alexander Marawata)

Bidiknews24.Com, Jakarta-Pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut, terduga penyuap perwira polisi AKBP Bambang Kayun saat ini berdomisili di luar negeri. Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan, penyuap Bambang Kayun merupakan pengusaha.

Bambang Kayun sebelumnya diduga menerima suap dari dua orang bernama Emylia Said dan Hermansyah. Baca juga: KPK Sebut Bareskrim Sudah Serahkan Kasus Suap AKBP Bambang Kayun   Hal itu sebagaimana terungkap dalam petitum gugatan praperadilan yang diajukan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Sekarang yang bersangkutan sekarang di luar negeri atau berdomisili di luar negeri. Tapi yang jelas yang bersangkutan kan pengusaha,” kata Alex dilansir Kompas.com, sabtu, (10/12/2022).

Baca Juga: Ketentuan KUHP Masih Bisa Batal

saat ditemui awak media di sela peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) di Jakarta Selatan, Sabtu (10/12/2022). Meski demikian, Alex mengaku tidak mengetahui lokasi persis keberadaan terduga penyuap Bambang Kayun. Alex tidak khawatir KPK akan kesulitan melakukan pemeriksaan terhadap para saksi tersebut karena mereka berada di luar negeri. Menurut dia, KPK telah menjalin kerjasama dengan sejumlah negara terkait penanganan kasus korupsi. Dengan Malaysia misalnya, KPK telah bekerjasama dengan Malaysian Anti-Corruption Commission (MACC).

“Mana? Ke Thailand? Kalau masih kawasan Asean kita punya kerjasama yang sangat baik dengan negara-negara tetangga kita,” ujar dia. Selain itu, kata Alex, keterangan saksi merupakan satu alat bukti. Sementara itu, KPK bisa menggunakan alat bukti yang lain. Dalam kasus suap, ketika pemberian uang dilakukan melalui transfer, KPK bisa melacak pihak-pihak terkait. Ketika transfer dilakukan oleh perusahaan misalnya, KPK akan menelusuri orang yang memberikan perintah pengiriman uang.

Selain itu, dokumen dari pihak ketiga juga dinilai akan memperkuat dan memperjelas perbuatan pelaku. “Misalnya bukti transaksi dari bank, kan itu bukti independen, bukti yang kuat,” tutur Alex.  “Kita konfirmasi apakah benar saudara melakukan transfer uang ke rekening ini dalam kaitannya apa dan sebagainya,” ujar Alex.

Sebelumnya, status tersangka Bambang Kayun terungkap dalam gugatan praperadilan melawan KPK yang diajukan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Gugatan itu teregister dengan nomor 108/Pid.Pra/2022/PN JKT.SEL. Dalam petitumnya, Bambang Kayun meminta Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Nomor Sprint.Dik/115/DIK.00/01/ 11/2022 tanggal 2 November 2022 dinyatakan tidak sah.

Adapun Sprindik itu menyatakan, penetapan tersangka Bambang Kayun terkait posisinya saat menjabat sebagai Kepala Subbagian Penerapan Pidana dan HAM Bagian Penerapan Hukum Biro Bankum Divisi Hukum Polri tahun 2013-2019. Ia disebut menerima suap atau gratifikasi dari dua orang bernama Emylia Said dan Hermansyah. Dalam kasus ini, KPK menduga Bambang Kayun menerima suap senilai miliaran rupiah dan mobil mewah.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN KE KONTEN