Kombes Yulius Diberhentikan Tidak Dengan Hormat Akibat Kasus Narkoba

Kombes Yulius Diberhentikan Tidak Dengan Hormat Akibat Kasus Narkoba
Ilustrasi Sabu

BidikNews24.com - Komisaris Besar Yulius Bambang Karyanto resmi dipecat secara tidak hormat oleh Badan Pemeliharaan dan Keamanan Polri setelah menjalani sidang etik. Kombes Yulius, seorang pejabat tinggi Polri, terlibat dalam kasus penggunaan narkoba jenis sabu.

Kombes Yulius Bambang Karyanto adalah anak buah Kepala Baharkam Polri, Inspektur Jenderal Fadil Imran.

Sebelumnya, dia menjabat sebagai Kepala Sub Direktorat Fasilitas, Pemeliharaan, dan Perbaikan Direktorat Polisi Air dan Udara Korps Kepolisian Perairan dan Udara Baharkam Polri.

Namun, setelah tertangkap dalam kasus narkoba, dia dimutasi ke Pelayanan Markas oleh Kapolri pada 26 Februari 2023.

Majelis sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) akhirnya memutuskan sanksi etika terhadap Kombes Yulius dan menyatakan perbuatannya sebagai tindakan tercela dalam sidang etik yang digelar di Gedung TNCC Lantai 1 Mabes Polri.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brigadir Jenderal Ahmad Ramadhan, mengumumkan bahwa sanksi administratif yang diterapkan terhadap Kombes Yulius adalah "Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH)" sebagai anggota Polri.

Pasal yang dilanggar oleh Kombes Yulius termasuk Pasal 13 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri bersama dengan Pasal 5 ayat (1) huruf b, Pasal 8 huruf c angka 1, dan Pasal 13 huruf e Peraturan Kepolisian Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Polri.

Kombes Yulis Bambang Karyanto ditangkap oleh anggota Ditresnarkoba Polda Metro Jaya pada tanggal 6 Januari 2023, saat dia bersama seorang perempuan di sebuah hotel di Jakarta Utara.

Dalam penggeledahan, tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menyita dua klip plastik berisi 0,5 gram dan 0,6 gram sabu.

Pengungkapan bahwa Kombes Yulius Bambang Karyanto telah menggunakan sabu kedua kalinya menjadi sorotan dalam kasus ini.

Kepala Subdirektorat II Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Andi Oddang, menjelaskan bahwa Yulius ditangkap karena penggunaan narkoba tersebut, meskipun hanya beberapa kali.

Kasus ini tidak hanya menimpa Kombes Yulius, tetapi juga menyeret beberapa orang lainnya sebagai tersangka dan saksi yang terkait dengan penyalahgunaan narkoba. Kasus ini memberikan pesan kuat tentang komitmen Polri dalam menangani oknum Polri yang terlibat dalam tindakan kriminal terkait narkotika.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN KE KONTEN