Ketua PPATK Akui Kesalahan Berikan Literasi Terkait Temuan 349 Triliun

Ketua PPATK Akui Kesalahan Berikan Literasi Terkait Temuan 349 Triliun
Ketua PPATK, Ivan Yustiavandana Akui Kesalahan Berikan Literasi Terkait Temuan 349 Triliun. (Foto : ANTARA/HO-PPATK/pri )

BidikNews24.com, Jakarta – Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana mengakui, kesalahannya karena minim memberikan literasi ke publik. Sehingga terjadi simpang siur terkait dugaan transaksi gelap di lingkungan Kementerian Keuangan sekitar Rp 349 triliun.

Ivan menjelaskan, nilai tersebut bukan terkait pidana yang dilakukan pegawai Kemenkeu, melainkan transaksi dugaan TPPU yang ditangani oleh Kemenkeu.

Baca Juga: Mahfud Beberkan 3 Kategori Temuan PPATK Senilai Rp.349 Triliun

"Kesalahan kami juga, kami kurang melakukan kampanye untuk literasi publik dan segala macam, kesalahanya itu diterjemahkan bahwa transaksi itu terjadi di Kementerian Keuangan, tidak bisa diterjemahkan begitu," kata Kepala PPATK Ivan Yustiavandana dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR RI seperti dilansir katadata.co.id, Selasa (21/03/2023) kemarin.

Nilai transaksi Rp 349 triliun tersebut kata Ivan, merupakan dugaan TPPU selama periode 2009-2023. Namun temuan transaksi tersebut terkait tugas pokok dan fungsi Kementerian Keuangan sebagai penyidik tindak pidana asal terkait kepabeanan dan perpajakan.

Baca Juga: Serangan Balik Mahfud Ke Komisi III DPR Terkait Temuan PPATK 349 Triliun

 Karena itu, Ivan memastikan, angka tersebut tidak semuanya terkait dengan tindak pidana oleh pegawai Kemenkeu. Sebab, nilai Transaksi Janggal mencapai Rp 349 Triliun seperti, dalam satu kasus ekspor impor dan perpajakan saja terdapat dugaan TPPU yang bisa lebih dari Rp 100 triliun. Namun angka itu bukanlah pencucian uang oleh pegawai kemenkeu, melainkan kasus yang ditangani oleh Kemenkeu.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN KE KONTEN