Ketentuan dan Keutamaan Niat Puasa Rajab

Ketentuan dan Keutamaan Niat Puasa Rajab
Foto tribunnews.com/ Ketentuan dan Keutamaan Niat Puasa Rajab

Bidiknews24.com,Jakarta - Melaksanakan puasa di bulan Rajab, dianjurkan atau sunah. Salah satu puasa sunah yang bisa dilakukan umat muslim dan dimuliakan Allah SWT adalah puasa Rajab. 

Itu mengapa banyak umat muslim yang lantas berusaha untuk menjalankan puasa di bulan Rajab, agar mendapatkan keutamaan dan pahala di bulan tersebut.

Bulan Rajab sendiri merupakan sendiri merupakan bulan ke-7 hijriah yang datang setelah bulan Jumadil Akhir. Kemudian setelah bulan Rajab, masuk bulan ke-8 dan ke-9 hijriah, yakni bulan Sya'ban dan bulan Ramadhan (bulan Puasa).

Seperti dilansir NU Online Senin (23/1/2023), melaksanakan puasa di bulan Rajab ini dianjurkan atau sunah. Hal ini didasarkan pada penjelasan Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam Fathul Mu’in. 

Ia menulis, bahwa bulan paling utama untuk ibadah puasa setelah Ramadhan ialah bulan-bulan yang dimuliakan Allah dan Rasulnya. Yang paling utama ialah Muharram, kemudian Rajab, lalu Dzulhijjah, terus Dzulqa‘dah, terakhir bulan Sya‘ban. 

Selain itu, Rasulullah SAW juga pernah melaksanakan puasa di bulan Rajab. Hal ini didasarkan pada sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim. Hadits ini merupakan dialog tanya jawab dari Utsman bin Hakim al-Anshari kepada Sa’id bin Jubair. 

“Saya bertanya kepada Sa’id Bin Jubair tentang puasa Rajab, beliau menjawab berdasarkan kisah dari Ibnu ‘Abbas bahwa Rasulullah SAW senantiasa berpuasa sampai kami berkata nampaknya beliau akan berpuasa seluruh bulan. Namun, suatu saat beliau tidak berpuasa sampai kami berkata, nampaknya beliau tidak akan puasa sebulan penuh.” (HR: Muslim)

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN KE KONTEN