Kembangkan E-commerce, TikTok Bahas Lisensi Pembayaran di Indonesia

Kembangkan E-commerce, TikTok Bahas Lisensi Pembayaran di Indonesia
Aplikasi TikTok

BidikNews24.com - TikTok, platform media sosial yang dikenal dengan video pendeknya, sedang mengambil langkah berani dengan membahas lisensi pembayaran di Indonesia.

Meskipun platform ini tengah berada dalam pengawasan ketat di berbagai negara, TikTok ingin memanfaatkan peluang mengembangkan pasar e-commerce yang besar di Indonesia.

Pada bulan Juni, CEO TikTok, Shou Zi Chew, mengumumkan investasi miliaran dolar AS di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.

Dengan memiliki lebih dari 125 juta pengguna setiap bulan di Indonesia, TikTok melihat potensi besar untuk menjadi pemain utama dalam industri e-commerce di negara tersebut.

Langkah ini bukan tanpa tantangan, mengingat sejumlah negara, termasuk AS, telah mengambil langkah-langkah untuk membatasi penggunaan TikTok di perangkat milik pemerintah.

Namun, TikTok tetap bertekad untuk mengembangkan ekosistem bisnisnya di Indonesia.

Dalam upayanya, TikTok sedang berdiskusi dengan bank sentral Indonesia untuk mendapatkan lisensi pembayaran yang diperlukan.

Dengan lisensi ini, TikTok akan dapat mengambil keuntungan dari biaya transaksi, yang akan memberikan daya saing yang lebih besar dalam persaingan dengan perusahaan e-commerce besar di kawasan, seperti Shopee dan Lazada.

Langkah ini juga dapat memberikan manfaat bagi pencipta konten lokal dan penjual di platform TikTok.

Selain itu, dengan adanya lisensi pembayaran, TikTok akan dapat lebih fleksibel dalam mengembangkan fitur-fitur e-commerce yang inovatif, meningkatkan daya tarik bagi para penggunanya.

Namun, meskipun TikTok memiliki ambisi besar, mereka juga perlu mengatasi sejumlah tantangan. Keamanan data dan perlindungan privasi tetap menjadi perhatian utama, terutama dalam konteks kerja sama dengan bank sentral Indonesia.

Selain itu, TikTok juga harus mengatasi berbagai isu terkait pengaruh pemerintah China di platform mereka.

Baca Juga : Antisipasi Serangan Siber, New York Larang TikTok di Perangkat Pemerintah

Dengan melibatkan Indonesia sebagai pasar yang sangat potensial, TikTok membuktikan bahwa mereka ingin bertransformasi menjadi lebih dari sekadar platform hiburan, tetapi juga menjadi pemain kuat dalam industri e-commerce global.

Baca Juga : Pemerintah AS Terus Tingkatkan Tekanan pada TikTok

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN KE KONTEN