Kapolri: Brigjen Endar Masih Anggota KPK

Kapolri: Brigjen Endar Masih Anggota KPK
Foto Suaraindonesianews.com: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Menghadiri RDPU dengan Komisi III DPR RI

BidikNews24.Com, Jakarta - Kisruh yang terjadi di internal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hingga saat ini belum berakhir. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, akhirnya angkat bicara soal polemik yang terjadi di internal KPK tersebut, buntut pemberhentian dengan hormat Brigjen Endar Priantoro dari jabatannya sebagai Direktur Penyelidikan KPK. 

Jenderal listyo Sigit Prabowo, tampaknya tidak tinggal diam dan masih tetap pada pendiriannya untuk menugaskan Brigjen Endar di KPK.

Pada Hari Rabu 12 April 2023 dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI, kapolri kembali menegaskan bahwa Brigjen Endar masih ditugaskan di KPK. Menurut Sigit, Brigjen Endar masih anggota KPK dan belum kembali ke institusi Polri.

Baca Juga: Cicak Vs Buaya Jilid 3 Dalam Pusaran Korupsi Formula E

"Kami lihat karena yang bersangkutan belum kembali dan masih menjadi anggota di KPK," ujar Sigit saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR di Jakarta, seperti dilansir CNN Indonesia Rabu (12/4/2023).

Kapolri mengakui, pihaknya menganggap polemik tersebut merupakan masalah internal KPK. Polri, tidak dalam posisi melakukan intervensi.

"Sehingga dalam posisi ini kami melihat bahwa yang terjadi masih di internal KPK antara pimpinan dengan anak buah," tegas Sigit.

Sebelumnya, Kisruh yang terjadi di internal KPK tidak terlepasnya dari pemberhentian dengan hormat Brigjen Endar Priantoro dari Direktur Penyelidikan KPK.

KPK mengembalikan Endar ke institusi Polri. Namun, di pihak lain, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menerbitkan surat tugas memperpanjang masa tugas Endar sebagai Direktur Penyelidikan KPK.

Baca Juga: Ketua KPK Dilaporkan Ke Dewas atas Dugaan Pelanggaran Kode Etik

Brigjen Endar mengaku menerima dua surat berbeda. Karena itu, Brigjen Endar pun melaporkan Ketua KPK Firli Bahuri dan Sekjen KPK Cahya H Harefa ke Dewas KPK pada Selasa (4/4/2023). Brigjen Endar menduga adanya ketidakwajaran dalam keputusan Ketua KPK tersebut.

Brigjen Endar kemudian melaporkan pimpinan KPK ke Dewas KPK atas dugaan pelanggaran kode etik dalam kasus pencopotan dirinya. Selain itu, Endar juga melaporkan ke Dewas 2 dugaan pelanggaran kode etik terkait dengan kasus dugaan korupsi yang sedang ditangani KPK.

Pertama, tutur Brigjen Endar adalah adanya kebocoran informasi terkait dengan proses penyelidikan yang dilakukan di Kementerian ESDM.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN KE KONTEN