Jakarta Jadi Kota dengan Peringkat Polusi Tertinggi

Jakarta Jadi Kota dengan Peringkat Polusi Tertinggi
Ilustrasi Polusi Udara

Bidiknews24.com - Jakarta baru-baru ini meraih predikat yang tidak diinginkan sebagai kota paling terpolusi di dunia. Menurut data dari perusahaan teknologi kualitas udara Swiss, IQAir, pada tanggal 9 Agustus 2023, ibu kota Indonesia ini menduduki peringkat teratas dalam daftar kota dengan tingkat polusi udara tertinggi di dunia.

Lonjakan tingkat polusi udara yang tajam ini telah memicu reaksi keras dari pemerintah dan penduduk setempat. Presiden Indonesia, Joko Widodo, telah memimpin upaya untuk mengatasi masalah polusi ini dengan mengumpulkan beberapa menteri dan pemimpin regional pada hari Senin lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden mengklasifikasikan kualitas udara di Jakarta sebagai "tidak sehat."

Indeks Kualitas Udara (AQI) kota tersebut telah mencapai angka lebih dari 140 dalam dua minggu terakhir. Sebuah AQI antara 101 hingga 150 dianggap "tidak sehat" bagi kelompok sensitif, sedangkan kisaran 150 hingga 200 dianggap "tidak sehat."

Penyebab utama dari tingginya tingkat polusi udara ini adalah musim kemarau yang berkepanjangan dan meningkatnya emisi dari kendaraan bermotor serta industri.

Jakarta dikenal dengan kondisi lalu lintas yang buruk di dunia, dan jumlah kendaraan yang terus bertambah, ditambah dengan infrastruktur publik yang kurang memadai, menyebabkan kemacetan yang bisa berlangsung berjam-jam.

Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah kendaraan bermotor di Jakarta meningkat dari 18,7 juta pada tahun 2018 menjadi lebih dari 21,7 juta pada tahun 2021.

Pemerintah Jakarta berencana untuk lebih ketat dalam mengatur emisi kendaraan, termasuk mengharuskan pemilik kendaraan yang lebih tua dari tiga tahun untuk menguji emisinya setiap tahun.

Sanksi akan diberlakukan bagi pelanggaran atau mereka yang tidak melakukan pengujian.

Selain itu, pemerintah akan mempertimbangkan pencabutan lisensi bagi pelanggar berulang.

Selain tindakan keras, ada juga upaya yang lebih lunak seperti rencana pembukaan 23 taman kota dengan luas gabungan 6,7 hektar.

Meskipun upaya telah diambil untuk membersihkan udara, banyak penduduk kota merasa bahwa satu-satunya hal yang dapat mereka lakukan saat ini adalah menggunakan masker dan menghabiskan lebih sedikit waktu di luar rumah.

Baca Juga :

Seiring langkah-langkah ini diterapkan, warga Jakarta berharap dapat melihat perbaikan dalam kualitas udara dan mengatasi masalah polusi yang meresahkan ini.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN KE KONTEN