Cegah Demensia Pada Lansia dengan Bermain Puzzle

Cegah Demensia Pada Lansia dengan Bermain Puzzle
Cegah Penyakit Demensia dengan Bermain Puzzle

BidikNews24.com, Jakarta - Menjadi tua adalah pasti, namun menjadi pikun bisa dicegah. Bertambahnya usia menyebabkan seseorang mengalami penurunan fungsi kognitif. Masalah yang umum diderita oleh lansia (Lanjut Usia) adalah masalah kesehatan fisik dan penurunan fungsi kognitif yang bermula dari hilangnya memori atau daya ingat (pikun) yang dapat mengganggu aktifitas sehari-hari. Tapi ternyata tidak semua lansia mengalami pikun.

Pikun bisa jadi merupakan gejala dari demensia. Demensia adalah suatu sindrom bersifat kronis atau progresif yang menyebabkan penurunan fungsi kognitif sehingga mempengaruhi memori, pemikiran, orientasi, pemahaman, perhitungan, kapasitas belajar, bahasa dan penilaian (WHO, 2021).


Penyakit demensia merupakan permasalahan global karena 50 juta orang dengan 7,7 juta pasien baru setiap tahun di dunia, 60% di antaranya tinggal di negara berkembang (Pradana & Rohayati 2021). Saat ini kasus demensia diperkirakan mendekati 46,8 atau 50 juta orang dengan sekitar 10 juta kasus baru setiap tahun (WHO, 2017).

Terdapat peningkatan yang bermakna pada prevalensi demensia dengan semakin meningkatnya umur. Diperkirakan 5% dari populasi berusia diatas 65 tahun, dan 20- 40% dari populasi berusia diatas 85 tahun menderita demensia. Hal ini berkaitan dengan semakin tua usia populasi, maka semakin tinggi prevalensi demensia (Edwin, 2014). 

Seseorang yang menderita demensia, akan mengalami penurunan fungsi intelektual yang akan menyebabkan deteriorasi atau kemunduran kognitif dan fungsional. Hal ini akan mengganggu kegiatan lainnya seperti sosial, pekerjaan dan aktivitas sehari-hari.

Orang dengan demensia juga akan mengalami penurunan kemampuan untuk menyelesaikan masalah dan menjaga emosi (Kemenkes, 2018) sedangkan jumlah penderita demensia di Indonesia pada tahun 2010 sebanyak 1,2 juta orang, sedangkan pada tahun 2020 akan menjadi 2 juta dan menjadi 4 juta pada tahun 2050 (Kemenkes, 2018).  

Salah satu kegiatan yang dapat mencegah terjadinya kemunduran kognitif akibat penuaan dengan melakukan latihan yang dapat meningkatkan potensi kerja otak yakni senam otak (brain gym) yang bertujuan untuk merangsang intelektual untuk mempertahankan kesehatan otak lansia.

Kegiatan yang dapat dilakukan adalah dengan bermain games seperti puzzle. Permainan puzzle dapat digunakan untuk mengasah fokus lansia dan memperlambat penurunan fungsi kognitif (DyaH Nastiti, 2015).

Permainan ini berfungsi untuk menemukan pecahan-pecahan yang hilang dan menyusun kembali menjadi suatu gambar yang utuh.

Selain untuk mencegah demensia, kegiatan bermain puzzle ini juga dapat meningkatkan kedekatan dan kehangatan bersama lansia di rumah dan dapat dimainkan secara online maupun offline.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN KE KONTEN