BMKG Analisis Gempa Terkini M 6,2 Aceh Singkil

BMKG Analisis Gempa Terkini M 6,2 Aceh Singkil
Foto law.justice.co/ BMKG Analisis Gempa Terkini M 6,2 Aceh Singkil

Bidiknews24.com, Jakarta- Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh diguncang gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 6,2. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan, gempa tersebut terjadi pada Senin (16/1/2023) pukul 05.30 WIB. "Pusat gempa berada di laut 47 km Tenggara Kab. Aceh Singkil," cuit BMKG melalui akun Twitter resminya @infoBMKG yang dilansir kompas.com selasa, (17/01/2023).

Sementara itu, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono menuturkan, gempa yang mengguncang Aceh Singkil adalah gempa tektonik. Episenter gempa berlokasi di laut pada jarak 41 km arah tenggara Kota Singkil, Aceh pada kedalaman 54 km.

"Episenter gempabumi terletak pada koordinat 1,98° LU ; 97,90° BT," jelas Daryono.

Baca Juga: Aceh Singkil Diguncang Gempa Magnitudo 6,2

Daryono menerangkan, gempa yang mengguncang Aceh Singkil merupakan jenis gempa dangkal apabila memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya. Gempa di pertengahan Januari 2023 ini disebabkan oleh aktivitas subduksi lempeng Indo-Austalia yang menujam ke bawah lempeng Eurasia.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik atau oblique thrust," tutur Daryono.

Baca Juga:Gempa Aceh Tidak Berpotensi Tsunami

Lebih lanjut, gempa berkekuatan M 6,2 di Aceh Singkil dirasakan di beberapa daerah dengan skala intensitas yang berbeda-beda. Warga yang berada di Aceh Singkil dan Gunung Sitoli merasakan gempa dengan skala intensitas IV MMI yang bila terjadi pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah.

Warga di Subulussalam, Aceh Selatan turut merasakan gempa yang sama dengan skala intensitas III - IV MMI. Sementara itu, getaran gempa dengan skala intensitas II-III MMI juga dirasakan oleh warga yang bertempat tinggal di Padang Sidempuan.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," tandas Daryono.

Daryono menyampaikan, hasil monitoring BMKG hingga pukul 06.00 WIB belum menunjukkan gempa susulan. Ia meminta masyarakat untuk tidak terpengaruh dan tetap tenang, terutama soal kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa," ujar Daryono.

Selain itu, ia mengimbau masyarakat memastikan dan memeriksa bangunan tempat tinggal mereka apakah tahan terhadap getaran gempa. Mereka juga diminta untuk memeriksa kerusakan akibat gempa yang berisiko membahayakan kestabilan bangunan sebelum mereka kembali ke rumah.

"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi ," pungkasnya. 

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN KE KONTEN