Babak Baru Dugaan Korupsi BTS Kominfo

Babak Baru Dugaan Korupsi BTS Kominfo
Menkominfo, Jhonny G Plate

BidikNews24.com, Jakarta - Kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek Base Transceiver Station (BTS) 4G dan infrastruktur BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Tahun 2020 hingga 2022, memasuki babak baru.

 

Kasus korupsi proyek BTS yang mulai terkuak pada Agustus 2022 lalu ini, sempat menyita perhatian publik. Sebab, dugaan korupsi dalam kasus ini, menyeret nama Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate.

 

Dilansir suara.com, Rabu, (15/03/2023) kemarin, Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate, tampak hadir memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Agung. Politisi Partai Nasdem ini, diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi yang melibatkan adiknya, Gregorius Alex Plate (GAP).

Tak main-main, dugaan korupsi dalam proyek ini, disinyalir mencapai Rp 1 triliun dan jelas merugikan keuangan Negara. Kala itu, BAKTI Kominfo diberikan proyek untuk membangun proyek BTS 4G, guna mendukung kehidupan masyarakat di tengah pandemi Covid-19 dalam bentuk layanan internet.

 

Dalam catatan Kominfo, setidaknya ada 4.200 titik dari tiga konsorsium yang tengah disidik. Dugaan korupsi dalam kasus ini mulai perlahan-lahan mencuat, setelah proyek ini tidak dapat dipertanggung jawabkan, dan bahkan banyak proyek BTS tersebut tiba-tiba berakhir dan beberapa diantaranya tidak dapat digunakan oleh masyarakat.

Tim Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) akhirnya menurunkan para jaksanya untuk menyelidiki proyek BTS tersebut. Meski sempat menemukan kesulitan, namun Tim Jampidsus akhirnya berhasil mengungkap adanya dugaan korupsi dalam proyek pengadaan BTS tersebut.

Baca Juga : Menyoal Sederet Skandal Pajak Hingga Temuan 300 Triliun

"Ada barang (BTS) yang belum jadi, ada yang 60 persen, disimpulkan ada bukti (pidana korupsi)," ujar Kapuspenkum Kejagung, Ketut Sumedana seperti dilansir Suara.com Rabu, (02/11/2022) lalu.

Dalam proses pengembangan kasus tersebut, penyidik telah memanggil beberapa orang dari pihak Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo sebagai lembaga yang menaungi proyek tersebut secara langsung.

"Total nilai proyek pengadaan BTS diketahui sekitar Rp 10 triliun. Kemudian penyidik memperkirakan kerugian negara sekitar Rp1 triliun. Ini masih dihitung BPKP," ujar Ketut. 

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN KE KONTEN