Alibaba Group Gencar Ekspansi Bisnis Ke Indonesia

Alibaba Group Gencar Ekspansi Bisnis Ke Indonesia
Foto: Ziwei Li (Staf Departemen Pemasaran Alibaba Cabang Singapura)

BidikNews24.com, Jakarta – Perusahaan raksasa e-commerce asal China, Alibaba Group, diketahui telah melakukan pergerakan bisnis ke Indonesi, seperti investasi, ekspansi hingga akuisisi.  Perusahaan yang digawangi Jack Ma ini tidak hanya bergerak di bidang e-commerce, Alibaba juga merambah bidang logistik, hingga fintech (teknologi finansial).

Saat ini, ada beberapa anak perusahan yang bernaung dibawa Alibaba Group, ingin mengembangkan sayap bisnis ke Indonesia. Sebab, Indonesia dianggap sebagai target pasar terbesar di Asia Tenggara dalam pengembangan perusahaan e-commerce.

Hal ini dikemukakan Ziwei, Li, salah satu staf Departemen Pemasaran Alibaba Cabang Singapura kepada redaksi BidikNews24.com, melalui telepon seluler Kamis, (23/03/2023).

Ziwei, Li menjelaskan, sebuah mal online yang bernaung di bawa Alibaba Group yang saat ini tengah dikembangkan, sudah menjangkau pasar yang terbilang luas di Singapura. Bahkan, mereka merasa jenuh mengembangkan perusahaan e-commerce di Singapura. Sehingga Indonesia dianggap sebagai pangsa pasar yang besar dalam mengembangkan sayap bisnisnya.

“ Saat ini, kami sudah jenuh dengan pasar di Singapura. Sehingga, kami ingin kembangkan bisnis di pasar Indonesia. Kami berencana memperkuat pasar di Indonesia dalam waktu dekat,” ujar Ziwei,Li.

Baca Juga: RUPS Bank NTT Di Tengah Kritik Governance Culture

Ziwei, Li menjelaskan, saat ini dirinya bertanggung jawab atas manajemen serta sistem pemasaran secara keseluruhan. Baik dalam hal analisis strategis, penentuan posisi strategis, model operasi, strategi bersaing, perencanaan serta implementasi bisnis secara berkelanjutan.

Sejumlah produk yang di pasarkan melalui mal online ini kata, Ziwei, Li seperti, Pakaian halal, pakaian pria/wanita, sepatu pria/wanita, jam tangan, aksesoris fashion, produk ibu dan bayi, aksesoris mobil, alat olahraga, produk elektronik, kebutuhan sehari-hari dan lain-lain.

“ Kami sudah mengintegrasikan lebih dari 3.000 pemasok di Asia Tenggara, dengan total lebih dari 10.000 produk. Sekarang dengan perubahan konsep konsumsi masyarakat, kebanyakan orang suka berbelanja online, dan pedagang baru terus bergabung, yang meningkatkan daya saing,” ungkap Ziwei, Li.

Sebagai Langkah strategis yang fundamental meningkatkan pangsa pasar di Indonesia, Ziwei, Li akan memastikan produk yang dipasarkan harus berkualitas. Dengan motode, melakukan pemeriksaan secara ketat terhadap setiap pemasok saat memilih produk.

“ Kami berencana membuka toko fisik online di setiap kota di Indonesia setelah merekrut 5.000 pemilik toko. Toko fisik tidak melakukan penjualan offline, tetapi hanya menampilkan produk, menarik lebih banyak pemasok dan pabrik berkualitas tinggi untuk bergabung, serta menarik lebih banyak konsumen untuk berbelanja online,” katanya.

Sebagai cabang Alibaba, kata Ziwei, Li, pihaknya telah bergabung dengan model C2C dan B2C sembari mewarisi model penjualan tradisional Alibaba, yakni Bisnis ke Bisnis (B2B), Konsumen ke Konsumen (C2C), serta Bisnis ke pelanggan (B2C).

Disisi lain, Perusahaan ini telah merencanakan unuk menerapkan model bisnis O2O, yang lebih baik dari operasi online dan offline. O2O (Online to Offline), merupakan kombinasi informasi, layanan, dan produk online dengan toko fisik offline dan titik layanan untuk mencapai integrasi online dan offline.

Selain itu, model pemasaran online bertujuan meningkatkan pengalaman pelanggan dan efisiensi dalam penjualan. Oleh karena itu, model penjualan ini yang ditawarkan di pasar Indonesia, untuk membangun platform e-commerce, yang harus dikelola dan dioperasikan secara mandiri oleh pemiliknya.

“ Kita berikan konsumen layanan satu atap dan rasakan pengalaman berbelanja terbaik, “ katanya.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN KE KONTEN