Ahmad Yohan: Kejahatan Investasi Ilegal Kian Meresahkan Warga

Ahmad Yohan: Kejahatan Investasi Ilegal Kian Meresahkan Warga
Foto: Seminar bertajuk “ Peran OJK Dalam Optimalisasi KUR Untuk Pengembangan UMKM” yang berlangsung di Aula Kopdity Tribuana Kalabahi, Kabupaten Alor, pada Kamis, (20/07/ 2023).

BidikNews24.com, Kalabahi - Anggota Komisi XI DPR RI Ahmad Yohan menegaskan, kejahatan investasi illegal belakangan ini kian meresahkan masyarakat. Banyak cara instan yang di tawarkan meminjam uang dengan aplikasi daring ini, justru menjerat mayoritas warga dengan bunga kredit yang mencekik serta ancaman teror dari perusahaan pinjol.

Hal ini dikemukakan Ahmad Yohan secara daring dalam Seminar bertajuk “ Peran OJK Dalam Optimalisasi KUR Untuk Pengembangan UMKM” yang berlangsung di Aula Kopdity Tribuana Kalabahi, Kabupaten Alor, pada Kamis, (20/07/ 2023).

Menurut Ahmad Yohan, kegiatan sosialisasi ini sebagai langkah preventif membebaskan masyarakat setempat dari kejahatan dan jeratan pinjaman online yang kian marak terjadi.

Disisi lain, OJK didorong untuk melakukan pengawasan secara masif dan berkelanjutan, sehingga masyarakat setempat terhindar dari jeratan pinjaman online illegal yang kian meresahkan.

“Saya berharap kepada OJK untuk meningkatkan peran pengawasan terhadap kejahatan pinjaman online illegal. Sehingga masyarakat bisa dilindungi dan bebas dari jeratan investasi illegal,” ujar Ahmad Yohan.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Administrasi OJK Perwakilan NTT, Dedi Safari Yapudin mengungkapkan, selain menjalankan fungsi pengawasan terhadap Lembaga keuangan, OJK juga mendukung penuh Langkah UMKM dalam memperoleh permodalan dari Lembaga keuangan yang resmi. Sebab, belakangan ini kejahatan digital seperti investasi illegal kian canggi.

“ Kejahatan digital semakin canggi. OJK sangat mendukung UMKM dalam memperoleh permodalan dari Lembaga yang resmi, agar tidak terjebak dalam praktik pinjaman online illegal,” ujar Dedi.

Dedi meminta masyarakat agar tetap waspada terhadap tawaran investasi illegal. Sebab, praktik investasi illegal sudah menjamur dan menyebar di seluruh Indonesia.

Dari catatan OJK kata Dedi, mayoritas masyarakat mengalami kerugian sebesar Rp.114,9 triliun, akibat terjebak dalam lingkaran investasi illegal.

“ Banyak masyarakat tergiur dengan bunga pinjaman yang tinggi. Contoh kasus pinjaman online illegal di NTT banyak sekali. Ada yang meninggal duni karena tidak bisa membayar pinjaman online illegal, “ ungkapnya.

Disisi lain, Dedi meminta masyarakat setempat agar tidak mengunggha data pribadi ke media sosial. Karena sangat muda diakses oleh para pelaku kejahatan investasi illegal.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN KE KONTEN